Kamis, 11 Maret 2010

World is a Playground

Hai everybody it's been a long time not post a write in this blog, last time i check the date of my last blogging is December last year, and it's been a long-long time i thought because now is a 2010, and it was a new year and new adventure for me. with some long and tired college activity and some tiring news, it's just a beginning for my new adventure. okay let's just write something in my head to spend some this useless day, and enjoy the show...



"Say"

Take all of your wasted honor
Every little past frustration
Take all of your so-called problems,
Better put 'em in quotations

Say what you need to say
[x8]

Walking like a one man army
Fighting with the shadows in your head
Living out the same old moment
Knowing you'd be better off instead,
If you could only . . .

Say what you need to say
[x8]

Have no fear for giving in
Have no fear for giving over
You'd better know that in the end
Its better to say too much
Then never say what you need to say again

Even if your hands are shaking
And your faith is broken
Even as the eyes are closing
Do it with a heart wide open

Say what you need to say
[x24]

(John Mayer-the bucket list OST)

================================================

"hei bangun ini sudah pagi, matahari sudah menjulang diatas sana sampai kapan kau ingin tidur dan terus bermimpi? bangun dan hadapi dunia nyata ini dengan matamu yang terbuka.."

"Malas kawan, karena dunia ini adalah dunia pembohong dan penipu, semua cuma bercerita apa yang sedap didengar, bukan dunia yang berkata dengan apa adanya. mereka berusaha menyenangkan hati si penduka, tapi mereka tak sadar bahwa sebuah bangkai tidak akan dapat ditutupi selamanya, semua yang busuk akan tercium. walau kami bukan anjing jalan yang kelaparan, Kami bisa mencium semua kebusukan yang ada, karena udara tidak bisa dikekang, mereka nyata, tak terlihat, dan bebas."

"ah kenapa kau ini, sepagi ini kau sudah meracau, mengigau itu tidak baik kawan. bangunlah, buka matamu yang kecil itu. Lihat dunia tidak pernah berhenti, karena ia ikhlas memberikan semua padamu, dia tidak pernah berbohong padamu, ia adalah lambang kejujuran dari alam, saat ia sakit, ia akan berdahak dan memuntahkannya pada kita. kadang kita yang tidak pernah sadar."

"ah itu cuma kau yang berpikir sendiri, apakah kau tahu siapa dunia? apakah kau tahu siapa aku? apakah kau tahu siapa dirimu? jangan menginterprestasikan semuanya sendiri, karena kadang aku sendiri tak tahu siapa dirimu, kadang aku sendiri tak tahu siapa diriku. kadang kata adalah satu jalan yang kau butuhkan, bukan bacaan dari perpustakaan yang terus kau baca. kadang bertanya adalah jalan lain untuk medapatkan kebenaran, bukan mendengar dari angin dan burung pembawa berita."

"Lidah sendiri bisa bersilat saudaraku, karena mereka lentur dan tidak kaku. mereka tidak bisa dirantai dengan janji, mereka tidak bisa diatur dengan tangan. saat mereka ditanya aku tak tahu apa yang ada dilubuk hati mereka, karena mereka menginterprestasikan semua yang mereka lihat sendiri. mereka cuma mau yang terbaik, tapi tak ingin bertanya apa yang ada dan menjawab semua dengan taklimat mereka sendiri. kami yang abstrak hanya bisa melihat, kebohongan mereka kadang tak berprinsip, tapi biarlah mereka hanya manusia biasa yang miliki ego dan takdir mereka sendiri."

"karena itulah jangan kau ganggu tidurku, biarlah aku bermimpi sedikit lagi, agar aku bisa mengerti mereka dengan kepala dingin. kemarahanku hanya buat kesengsaraan pada mereka yang tak bersalah. karena itu tidak berguna, janji-janji mereka tak pernah ku anggap dengan serius, aku hanya menunggu tak pernah menagih. biarlah mereka bersenang-senang, dengan aku sebagai pelengkap yang diabaikan. karena mereka tak perlu aku."

"karena kau tak pernah peduli pada mereka yang ada untukmu. dengar ini, kau manusia munafik yang congkak, mereka ada karena kau, mereka begini karena kau, kau adalah semua pembawa malapetaka yang ada, kau yang mengacaukan semua keseimbangan yang ada, karena kaulah semua yang berputar kehilangan keseimbangan, karena kaulah hati yang telah satu menjadi retak. ini semua karena kau yang tak pernah peduli pada mereka. kau yang pemalas, egois, dan bebal."

"bila ini kesalahanku, biarkan aku membayar semuanya dengan darah segarku ini. biar kematian menjemputku lebih awal lagi, agar aku bisa mengembalikan semua seperti semula kawan. biar aku menjadi debu kembali, jadi partikel yang tidak pernah nyata."

"untuk apa, saat seorang pria pergi untuk menjauhi kenyataan yang kau buat, sama saja kau memakai rok, kau hanya menjadi banci. kau lah yang membuat, jadi kaulah yang bertanggung jawab, jangan hanya membuat rencana, dan kaulah yang meninggalkan semuanya. bantu kami untuk memperbaikinya."

"sudahlah hentikan semua kepintaranmu itu. diamlah dan aku masih ingin tidur. pergilah dan lakukan yang ingin kau lakukan, jangan bawa aku, karena aku sedang kecewa, karena aku sedang tak ingin didengarkan, karena kau tak ingin mendengarkanku. pergi dari sini."

"sudahlah sulit berbicara dengan orang congkak yang tak tahu diri. aku pergi tapi tak pernah pergi sebenarnya..."

Out of business =)

Tidak ada komentar: